get app
inews
Aa Text
Read Next : Kantin RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri Terbakar, Pasien Sempat Dievakuasi

PBNU Gelar Rakor Final dan Apel Banser di Kediri Jelang Munas-Konbes 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 18:59 WIB
header img
Apel Banser di Pondok Pesantren Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Foto : iNewsKediri.id/Jatmiko

KEDIRI, iNewsKediri.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar rapat koordinasi (rakor) final dan apel Banser di Pondok Pesantren Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada Selasa (16/6/2026). Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan total menjelang pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU yang dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Juni 2026.

Munas dan Konbes NU kali ini merupakan forum strategis sebagai rangkaian persiapan menuju Muktamar NU ke-35. Acara ini diperkirakan bakal dihadiri oleh lebih dari 500 peserta dan peninjau dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU, Prof. Moh. Nuh, menyatakan bahwa pengecekan akhir menunjukkan kesiapan penuh dari pihak tuan rumah.

"Kami melakukan pengecekan akhir terhadap persiapan Munas dan Konbes yang insyaallah dilaksanakan pada 20, 21, dan 22 Juni. Kami sangat berterima kasih kepada Pondok Pesantren Ploso yang bukan hanya siap, tetapi sangat siap menjadi tuan rumah," kata Moh. Nuh di Kediri, Selasa (16/6/2026).

Moh. Nuh memaparkan, forum tertinggi kedua di NU ini akan menggodok sejumlah materi strategis, mulai dari reformasi internal hingga isu keagamaan kontemporer. Salah satu agenda utama organisasi yang akan dibahas adalah usulan penguatan kelembagaan dan pelembagaan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) agar bersifat permanen, bukan lagi ad hoc saat pemilihan Rais Aam.

Selain itu, forum juga akan merespons perkembangan teknologi digital.

"Masyarakat perlu mendapatkan kepastian panduan syariah terhadap berbagai perkembangan teknologi yang terus berubah. Karena itu, isu-isu (fikih terkait teknologi digital dan aset kripto) tersebut akan menjadi salah satu pembahasan penting," ujar Moh. Nuh.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Lokal, KH Moh. Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar), menegaskan bahwa seluruh kebutuhan teknis telah dimatangkan. Dalam dua hari ke depan, panitia akan fokus pada penataan akhir di lokasi acara demi kenyamanan para masyayikh dan tamu undangan.

Di lokasi yang sama, Ketua Organising Committee (OC) Munas-Konbes NU sekaligus Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengungkapkan bahwa PBNU berencana mengundang Presiden RI Prabowo Subianto untuk menutup jalannya forum.

"PBNU melalui rapat telah memutuskan untuk mengundang Bapak Presiden Prabowo. Saat ini masih dalam proses koordinasi dan konfirmasi. Mudah-mudahan beliau dapat hadir memberikan amanat pada penutupan," jelas Gus Ipul.

Sesuai agenda, acara penutupan Munas-Konbes NU direncanakan bergeser dan berlangsung di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada 23 Juni 2026.

Selain mematangkan materi komisi, forum ini juga menjadi momentum penghitungan peta politik menjelang Muktamar NU ke-35. Gus Ipul membeberkan sejumlah daerah yang sudah resmi mengajukan diri sebagai kandidat tuan rumah Muktamar, antara lain Nusa Tenggara Barat (NTB), DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sumatera Barat.

Terkait bursa calon Ketua Umum PBNU mendatang, Gus Ipul tidak menampik munculnya beberapa nama berdasar rekam jejak organisasi. Salah satu nama kuat yang disebut adalah Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, yang juga mantan Katib Aam PBNU.

"NU tidak kekurangan kader. Semua memiliki peluang yang sama sepanjang memenuhi syarat dan mendapat dukungan sesuai aturan organisasi," pungkas Gus Ipul.

Editor : Agung K Jatmiko

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut