Pasar Kerja Dalam Negeri Tertekan, Peluang Kerja Luar Negeri Harus Dimaksimalkan
JAKARTA, iNewsKediri.id — Pasar tenaga kerja dalam negeri sedang berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terus mengintai pekerja seiring melambatnya manufaktur nasional, lesunya investasi, dan dampak ancaman iklim. Jika tidak segera diantisipasi, himpitan ekonomi ini berpotensi memicu gejolak sosial bagi generasi muda.
Anggota Komisi IX DPR RI, Pulung Agustanto, mengingatkan pemerintah agar tidak bersikap defensif di tengah menyempitnya lapangan kerja domestik. Menurutnya, ada peluang besar di luar negeri yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Di saat anak muda kita frustrasi mencari kerja, negara-negara maju seperti Jepang, Jerman, hingga Korea Selatan justru krisis tenaga kerja akibat penuaan populasi. Ini peluang emas yang harus ditangkap," ujar Pulung.
Ia mengkritik kebijakan ketenagakerjaan nasional yang dinilai masih berfokus pada pasar domestik. Pulung mendorong pemerintah melakukan reposisi radikal dengan menjadikan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) terampil sebagai pilar utama penyelamat ekonomi.
Meski Kementerian Ketenagakerjaan dan BP2MI mulai memperluas diplomasi ke Asia Timur, Eropa Barat, dan Timur Tengah, Pulung menekankan pentingnya pembenahan tata kelola penempatan pekerja migran dari hulu ke hilir.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar