Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Anda Sedang Dibully atau Dizalimi? Baca dan Amalkan Doa Ampuh Ini
Advertisement . Scroll to see content

Hal Penting yang Harus Diperhatikan Agar Hajat Terkabul

Senin, 26 September 2022 | 12:51 WIB
  • author Han's
Hal Penting yang Harus Diperhatikan Agar Hajat Terkabul

Hal ini seperti ‘Umar bin Al Khottob kepada Al ‘Abbas bin ‘Abdul Muthollib, paman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam ketika Rasulullah telah meninggal dunia:

اللَّهُمَّ إِنَّا كُنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّنَا فَتَسْقِينَا وَإِنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِعَمِّ نَبِيِّنَا فَاسْقِنَا

"Ya Allah, sesungguhnya kami bertawassul kepada-Mu lewat perantaraan Nabi-Mu, maka turunkanlah hujan pada kami. Dan sekarang kami bertawassul kepada-Mu lewat perantaraan paman Nabi kami, maka turunkanlah pula hujan pada kami." (HR Bukhari Nomor 1010)

Bentuk tawasul pertama yakni dengan iman dan amal ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla.

Ini merupakan pokok dalam agama. Sebagai seorang Muslim, kita tidak boleh mengingkarinya.

Sedangkan yang bentuk kedua, itu adalah tawasul dengan doa bukan dengan dzatnya.

Saat itu para sahabat bertawasul dengan paman Nabi bernama Al ‘Abbas.

Jika bertawasul dengan zat (bukan dengan doa) diperbolehkan, maka sahabat akan lebih memilih bertawasul kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam yang telah wafat ketimbang dengan pamannya.

Namun, sepeninggal Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, para sahabat memilih bertawasul kepada paman Nabi yakni Al Abbas.

Artinya, jika seseorang masih hidup bisa menjadi perantara dalam berdoa.

Berbeda dengan bertawasul kepada orang yang telah mati.

Tawasul yang keliru yakni dengan bermakna sumpah kepada Allah serta meminta dengan perantara zat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam.

Hal semacam ini tidak pernah dilakukan oleh para sahabat Rasul. Baik saat Nabi hidup maupun wafat. Bahkan, mereka juga tidak pernah bertawasul di kuburan Rasulullah.

Nah itulah, cara bertawasul untuk hajat yang keliru dan diperbolehkan. Semoga setiap Muslim dapat bertawasul dengan cara yang diperbolehkan. Aamiin Allahumma aamiin.

Wallahu a'lam bishawab.

Editor: Rohman

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut