Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Lepas dari KSO Angkasa Pura, SDHI Resmi Kelola Mandiri Bandara Dhoho
Advertisement . Scroll to see content

Resmi! Warga 15 Daerah Mataraman Kini Bisa Berangkat Haji Lewat Bandara Dhoho

Jum'at, 06 November 2026 | 17:00 WIB
  • author Kridaning Jatmiko
Resmi! Warga 15 Daerah Mataraman Kini Bisa Berangkat Haji Lewat Bandara Dhoho
Dokumen jemaah umrah berangkat dari Bandara Internasional Dhoho Kediri. Foto : iNewsKediri.id/Jatmiko

KEDIRI, iNewsKediri.id - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia resmi menetapkan Bandara Internasional Dhoho Kediri (DHX) sebagai Bandara Embarkasi dan Debarkasi Haji Reguler untuk penyelenggaraan ibadah haji Tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi. Keputusan ini menjadi tonggak sejarah baru dalam memperluas konektivitas udara serta mempermudah akses perjalanan ibadah haji bagi masyarakat di Jawa Timur bagian selatan.

Penetapan tersebut disahkan melalui Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 92 Tahun 2026 yang ditandatangani di Jakarta pada 21 Oktober 2026. Berdasarkan regulasi ini, Bandara Dhoho ditargetkan melayani sebanyak 9.641 calon jemaah haji yang berasal dari 15 kabupaten dan kota di sekitarnya.

Wilayah operasional layanan Embarkasi Dhoho mencakup Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Bojonegoro, Jombang, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, hingga Tulungagung. Selain kesiapan bandara, pemerintah pusat juga meresmikan Wisma Surya Kediri sebagai titik transit resmi jemaah untuk mendukung seluruh alur persiapan keberangkatan maupun proses pemulangan.

Direktur PT Surya Dhoho Investama, Maksin Arisandi, mengapresiasi kepercayan besar yang diberikan oleh Kementerian Haji dan Umrah kepada pengelola bandara. Pihaknya menilai penetapan ini sebagai momentum krusial sekaligus tanggung jawab strategis yang harus diimbangi dengan kesiapan operasional secara matang.

Guna menindaklanjuti keputusan tersebut, PT Surya Dhoho Investama langsung mengarahkan fokus pada percepatan koordinasi lintas instansi. Pengelola bandara berkomitmen memperketat standar keselamatan dan keamanan penerbangan, membenahi alur pergerakan penumpang, serta mematangkan fasilitas pendukung operasional demi menjamin kenyamanan calon jemaah haji.

Selain pembenahan internal, pengelola bandara menjadwalkan simulasi operasional bersama Pemerintah Kabupaten Kediri. Simulasi ini bertujuan untuk menguji keandalan sistem pelayanan terintegrasi agar seluruh tahapan penyelenggaraan embarkasi dan debarkasi berjalan lancar, efektif, serta mematuhi regulasi penerbangan nasional maupun internasional.

Kehadiran layanan embarkasi dan debarkasi di Bandara Dhoho diproyeksikan memberikan dampak multiplier bagi ekosistem ekonomi daerah di kawasan Jawa Timur selatan. Selain memotong jalur logistik dan durasi perjalanan jemaah, operasional haji ini diyakini bakal menggairahkan sektor pendukung seperti jasa transportasi darat, perhotelan, pariwisata, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Sebagai pengelola, PT Surya Dhoho Investama menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keandalan infrastruktur dan memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2027 melalui Bandara Internasional Dhoho Kediri berjalan secara aman, nyaman, dan optimal.

Editor: Agung K Jatmiko

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut