Penetapan Desil Belum Cerminkan Realitas Ekonomi, Pemerintah Didesak Bersikap Tanggap
Ketidakakuratan data ini membawa dampak fatal bagi kehidupan warga di lapangan. Di Kediri, seorang warga pasien cuci darah korban PHK empat tahun lalu yang sudah tidak punya penghasilan kini dicabut fasilitas Bantuan Penerima Iuran (BPI) BPJS-nya karena namanya masuk Desil 8, padahal pengobatannya selama ini bergantung pada fasilitas tersebut.
Kasus lain menimpa seorang anak tukang becak penerima bantuan biaya kuliah yang akhirnya tidak bisa meneruskan studi karena keluarganya masuk dalam Desil 9. Menanggapi situasi ini, Pulung mendesak kepekaan pemerintah.
“Nah, pada kasus-kasus seperti ini pemerintah mebantu dan harus lebih tanggap. Karena cuci darah adalah penyambung nyawa pasien. Sedangkan melanjutkan sekolah adalah jalan menuju kesejahteraan di masa depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pulung menyuarakan kekhawatirannya terhadap dampaknya bagi ketahanan sosial masyarakat pekerja.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar