get app
inews
Aa Text
Read Next : Stok Beras di Kediri Melimpah 78 Ribu Ton, Bulog Jamin Aman Hingga 25 Bulan ke Depan

Hasil Autopsi Balita di Kediri: Tewas Akibat Pendarahan Hebat dan Luka Dalam

Jum'at, 17 April 2026 | 22:51 WIB
header img
dr. Aditya Ganuarda, Sp.FM saat memberikan keterangan hasil visum dan autopsi. Foto : iNewsKediri.id/Jatmiko

KEDIRI, iNewsKediri.id - Tim dokter forensik RS Bhayangkara Kediri mengungkapkan hasil autopsi terhadap balita NIZ alias Muhammad Alfahriza Mukhtar, yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Rabu (15/4/2026). Korban dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan hebat yang dipicu oleh kekerasan benda tumpul di sejumlah bagian tubuh.

Dokter Spesialis Forensik RS Bhayangkara Kediri, dr. Aditya Ganuarda, menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan luar, ditemukan banyak luka lecet dan memar yang tersebar di wajah, kepala, punggung, hingga pinggang korban.

"Pada pemeriksaan luar, kami menemukan adanya luka lecet dan memar, terutama di bagian wajah dan kepala. Luka memar juga ditemukan pada area dada serta perut," ujar Aditya pada Jumat (17/4/2026).

Lebih lanjut, Aditya memaparkan bahwa pemeriksaan dalam menunjukkan adanya pendarahan serius di rongga perut korban. Pendarahan tersebut diduga kuat berasal dari kerusakan organ dalam, khususnya bagian ginjal, yang terkena dampak benturan keras.

"Kami menemukan darah di rongga perut yang seharusnya tidak ada. Ini menunjukkan adanya pendarahan hebat di bagian belakang perut akibat kekerasan pada organ dalam, terutama ginjal," tambahnya.

Tim forensik menyimpulkan bahwa kombinasi luka luar dan kerusakan organ dalam tersebut menjadi penyebab utama kematian korban.

Diberitakan sebelumnya kasus ini bermula saat korban ditemukan tak bernyawa dengan kondisi lebam di perut dan pelipis pada Rabu (15/4/026). Setelah melalui serangkaian penyelidikan, Satreskrim Polres Kediri Kota resmi menetapkan satu orang tersangka.

Tersangka merupakan nenek korban sendiri, yakni Sumilah (64). Sebelumnya, polisi sempat mengamankan tiga orang untuk dimintai keterangan, namun baru Sumilah yang terbukti memiliki keterlibatan langsung.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut untuk mencari kemungkinan adanya pelaku lain serta menyelidiki dugaan pola kekerasan terhadap anak-anak lain di lingkungan tersebut.

Editor : Agung K Jatmiko

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut