get app
inews
Aa Text
Read Next : Dua Pelaku Pencabulan dan Persetubuhan Terhadap Anak Ditangkap

BI Siapkan Rp5,3 Triliun dan Gandeng Pemkot Kediri Gelar Bazar Pangan Jaga Stabilitas Ramadan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 12:55 WIB
header img
Ratusan warga mengantre pembelian sembako murah. Foto : iNewsKediri.id/Jatmiko

KEDIRI,iNewsKediri.id – Bank Indonesia (BI) memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Selain meningkatkan alokasi uang tunai hingga Rp5,3 triliun untuk penukaran uang baru, BI juga berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kediri menggelar Bazar Pangan Ramadan guna menekan laju inflasi.

Tahun ini, BI meningkatkan penyediaan uang tunai sebesar Rp5,3 triliun, naik signifikan dibandingkan tahun lalu yang berjumlah Rp4,9 triliun. Langkah ini diambil untuk menjamin ketersediaan berbagai pecahan uang di masyarakat di tengah tren pemulihan ekonomi dan tingginya tradisi penukaran uang baru.

"Tahun ini kita siapkan sekitar Rp5,3 triliun untuk memastikan kecukupan jumlah uang tunai, baik dari sisi nominal maupun ketersediaan pecahannya," kata Yayat Cadarajat, Kepala KPwBI Kediri.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan Pemkot Kediri bersinergi dengan BI Kediri melaksanakan Bazar Pangan Ramadan adalah untuk menjaga stabilitas harga serta menjaga ketersediaan bahan pokok, pasalnya mendekati Idul Fitri permintaan masyarakat atas bahan pokok meningkat, sehingga harga di pasaran cenderung naik, untuk jumlah paket sembako yang disediakan sebanyak 1500 paket.

"Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Biasanya menjelang Idul Fitri, harga cenderung naik karena permintaan meningkat," jelas Vinanda.

Vinanda menambahkan, dalam bazar tersebut masyarakat bisa mendapatkan paket sembako berisi beras premium 5kg, gula 1kg dan minyak goreng 1 liter dengan harga Rp 90 ribu.

"Kami berharap masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman tanpa perlu khawatir akan kenaikan harga," imbuhnya.

Dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), BI menekankan penguatan strategi 4K melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), yakni: Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi yang efektif.

Vinanda mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan. Melalui integrasi penyediaan uang tunai yang cukup dan intervensi harga pangan, diharapkan masyarakat dapat merayakan hari raya dengan nyaman tanpa terkendala kelangkaan stok maupun lonjakan inflasi yang tidak terkendali.

Editor : Agung K Jatmiko

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut