Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Kediri: Jalur Pare-Kandangan Terendam, Sejumlah Pohon Tumbang
KEDIRI, iNewsKediri.id – Hujan deras dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menerjang wilayah Timur Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Senin (2/3/2026) sore. Cuaca ekstrem ini memicu banjir luapan di sejumlah titik. Lokasi terparah terjadi di Desa Tertek, Kecamatan Pare akibat adanya sumbatan sampah bambu dibawah jembatan.
Dwi Wahyuni, Warga Tertek salah satu korban banjir mengatakan Hujan mulai mengguyur kawasan tersebut sekitar pukul 16.00 WIB. Meski durasinya relatif singkat, curah hujan yang sangat tinggi memicu kenaikan debit air di Sungai Serinjing secara drastis.
"Durasinya tidak terlalu lama, tapi hujannya sangat deras, tingginya debit air diperparah dengan material kayu besar dan sampah bambu yang terbawa arus, akibatnya luberan air sampai masuk ke dalam rumah," ujar Dwi Wahyuni.

Sementara itu, Stefanus Djoko Sukrisno, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun, banjir luapan tidak hanya merendam wilayah Tertek. Beberapa titik lain yang melaporkan kejadian serupa, yakni, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kawasan Watugede, Kecamatan Puncu, serta jalur utama Pare-Kandangan, dengan ketinggian air mencapai 20-25 cm.
"Penyebab utama luapan di Tertek ini karena adanya sumbatan sampah bambu di bawah jembatan, hal ini menyebabkan air Sungai Serinjing meluber ke jalan raya," kata Djoko.
Djoko menambahkan, timnya sudah berada di lapangan untuk melakukan pendataan. Sementara untuk membersihkan material lumpur yang menutup jalan raya, pihaknya berkoordinasi dengan petugas Damkar untuk melakukan penyemprotan, untuk mencegak kecelakaan lalu lintas.
"Kami masih melakukan asesmen dan melihat titik mana saja yang terdampak akibat hujan deras ini, kami juga berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk melakukan penyemprotan sisa lumpur," imbuhnya.
Djoko juga menyampaikan, selain banjir hujan deras juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di wilayah Kunjang dan Bogo.
"Selain banjir, angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang di wilayah Bogo dan Kunjang, yang sempat mengganggu akses jalan, namun sudah ditangani," tandasnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai dan kawasan rawan pohon tumbang, mengingat BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem tujuh hari kedepan.
Editor : Agung K Jatmiko