get app
inews
Aa Text
Read Next : Sempat Vakum, Bandara Dhoho Kediri Kembali Beroperasi

Stok Beras Bulog Kediri Aman Hingga 23 Bulan ke Depan, Penyerapan Gabah Terus Ditingkatkan

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:01 WIB
header img
Kepala Perum Bulog Cabang Kediri, Harisun saat ditemui di kantornya. Foto : iNewsKediri.id/Jatmiko

KEDIRI, iNewsKediri.id – Perum Bulog Kantor Cabang Kediri memastikan ketersediaan stok beras di wilayah kerjanya melimpah dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga hampir dua tahun ke depan. Saat ini, total stok beras yang tersimpan di gudang-gudang Bulog Kediri mencapai kisaran 70.000 ton.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun menyampaikan bahwa jumlah tersebut sangat mencukupi, bahkan diprediksi mampu bertahan hingga 23 bulan mendatang. Melimpahnya stok ini didorong oleh proses penyerapan gabah petani yang masih terus berlangsung secara aktif.

“Stok kami sangat cukup dan berlimpah. Saat ini ada sekitar 70.000 ton dan ini bisa bertahan kurang lebih 23 bulan ke depan. Apalagi kami masih terus melakukan penyerapan gabah beras dari petani,” ujar Harisun.

Terkait penyerapan, Bulog Kediri menerapkan dua skema utama, yakni penjemputan langsung ke sawah atau pengiriman oleh petani ke mitra maklon yang bekerja sama dengan Bulog. Harisun menegaskan bahwa Bulog siap menyerap hasil panen, termasuk dari petani dengan lahan kecil atau produktivitas rendah.

“Tidak ada masalah, petani yang hasilnya hanya dua ton pun tetap kami serap. Yang penting mereka melapor, sehingga kami bisa mengatur skema penjemputan atau pengiriman,” jelasnya.

Namun, Harisun memberikan penekanan khusus pada kualitas Gabah Kering Panen (GKP) yang dibeli. Bulog kini menerapkan proses pembersihan atau cleansing melalui alat paddy cleaner di mitra maklon. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi petani agar hanya menjual gabah murni tanpa campuran kotoran.

“Kami membeli GKP yang sudah waktunya panen, bukan GKP plus kotorannya. Jika ada petani yang mengirim 10 ton gabah dan ternyata mengandung 50 kilogram kotoran setelah dibersihkan, maka yang kami bayar adalah 9 ton 950 kilogram. Ini penting untuk memastikan efisiensi dan kualitas stok pangan nasional,” tegas Harisun.

Stok beras Bulog Kediri saat ini tersebar di empat gudang utama, yakni di Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan dua gudang di Kabupaten Nganjuk. Bulog menjamin stabilitas pasokan tetap terjaga melalui program bantuan pangan dan penyaluran beras SPHP secara berkelanjutan.

Hingga saat ini, realisasi penyerapan gabah telah mencapai sekitar 17.000 ton atau 23% dari target tahunan sebesar 73.000 ton. Dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, Bulog berkomitmen untuk terus menjadi penyangga utama ekonomi petani di wilayah Kediri dan sekitarnya.
 

Editor : Agung K Jatmiko

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut