Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Elon Musk Akan Hadir di B20 Summit Indonesia, Ini yang Akan Ia Lakukan
Advertisement . Scroll to see content

Mengenang Kedekatan Indonesia Dengan Rusia di Era Bung Karno

Kamis, 10 Maret 2022 | 14:16 WIB
  • author Dipo Ningrat
Mengenang Kedekatan Indonesia Dengan Rusia di Era Bung Karno
Bung Karno akhirnya harus memikirkan cara lain untuk mengembangkan nuklir ini.(Foto: Youtube)

KEDIRI, iNewsKediri - Indonesia di jaman pemerintahan Presiden Soekarno mempunyai hubungan yang baik dengan Uni Soviet yang sekarang menjadi Rusia.

Kemesraan hubungan tersebut bisa dilihat dari beberapa sikap kedua Negara.

Fakta-fakta berikut adalah bukti kedekatan Soekarno dengan Uni Soviet

1. Pemberian Hadiah Pesawat Ilyushin Il-14

Diketahui Indonesia pernah mendapat hadiah dari Uni Soviet berupa pesawat Ilyushin Il-14.

Ini terjadi dimasa kepemimpinan Nikita Khrushchev.

Serah terima dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma pada 24 Januari 1957 silam.

Penyerahan pesawat disaksikan oleh Duta Besar Uni Soviet Zhukov dan pejabat tinggi Indonesia.

Pesawat pemberian Uni Soviet tersebut diberi nama Dolok Martimbang. Nama tersebut disematkan langsung oleh Soekarno.

Dolok Martimbang adalah nama gunung yang berada di Sumatera Utara.

Pesawat tersebut resmi digunakan sebagai pesawat kepresidenan pada 16 April 1957.

2. Kunjungan PM Uni Soviet Nikita Khrushchev ke Indonesia

Pada 18 Februari-1 Maret 1960, Perdana Menteri Uni Soviet Nikita Khrushchev melakukan kunjungan pertamanya ke Indonesia usai perang.

Ketika itu, Uni Soviet diwakilkan PM Nikita Khrushchev berkunjung secara resmi ke Indonesia.

Nikita Khrushchev bersama rombongan tiba di Indonesia pada 18 Februari dan mendapat sambutan meriah dari Presiden Soekarno beserta jajaran kabinet.

Ia dan rombongan menghabiskan waktu di Indonesia selama dua minggu.

Selain Jakarta, PM Uni Soviet ini juga mengunjungi beberapa kota di Indonesia seperti Bali, Bandung, Bogor, Surabaya hingga Yogyakarta.

Pada 18 Februari 1960 malam hari, pemerintah Indonesia pun melakukan jamuan makan malam.

3. Masjid Biru Soekarno di Rusia

Di Uni Soviet (saat ini Rusia) terdapat sebuah masjid yang mempunyai keterikatan dengan Indonesia.

Masjid tersebut adalah Blue Mosque atau Masjid Soekarno.

Pada 1956, Soekarno melakukan kunjungan ke Uni Soviet guna memenuhi undangan Nikita Khrushchev.

Saat itu, Soekarno mengunjung Kota Leningrad (kini Kota Saint Petersburg).

Perhatian Bung Karno terarah pada menara dengan kubah berwarna biru dan simbol bulan sabit.

Bung Karno pun kaget karena bangunan masjid ketika itu dialihfungsikan sebagai gudang.

Soekarno meminta kepada Nikita Khrushchev agar pemerintah Uni Soviet mengembalikan fungsinya sebagai tempat ibadah.

Saat itu, Rusia yang sangat menghormati Soekarno akhirnya mengabulkan permintaannya.

Sepuluh hari setelah kunjungan Presiden Soekarno, bangunan ini kembali menjadi masjid.

Hingga saat ini, banyak Muslim setempat yang menyebut masjid itu sebagai Masjid Soekarno.

Editor: Rohman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut