"Kita harus kembali lagi mengkaji konsep link and match dalam mengintegrasikan output pendidikan dan kebutuhan industri," katanya.
Menurutnya, jangan sampai pendidikan terus memproduksi lulusan, sementara dunia usaha mencari tenaga dengan kompetensi yang berbeda. Ketidaksesuaian tersebut pada akhirnya menciptakan paradoks.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
