Dua Ledakan Gemparkan Warga, Polisi Temukan Bahan Petasan, Dua Orang Diamankan

Kridaning Jatmiko
Petugas gegana menyisir lokasi kejadian ledakan dan menemukan plastik diduga pembungkus bahan peledak. Foto : iNewsKediri.id/Jatmiko

KEDIRI, iNewsKediri.id – Warga Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur dikejutkan oleh dua ledakan keras pada Minggu (15/3/2026) malam. Pihak Kepolisian Resor Kediri yang langsung turun ke lokasi kejadian memastikan ledakan tersebut berasal dari bahan pembuatan petasan dan telah mengamankan sejumlah barang bukti.

Kepala Desa Karangtengah, Soekarmanto Wijaya menyatakan bahwa ledakan terjadi dalam dua tahap di waktu yang hampir bersamaan. Ledakan pertama terdengar sekitar pukul 23.00 WIB di area bagian belakang pemukiman warga, disusul ledakan kedua sekitar pukul 23.30 WIB di area depan. Kerasnya dentuman tersebut dilaporkan terdengar hingga radius lebih dari 3 kilometer, memicu kepanikan warga yang kemudian berkumpul di lokasi untuk mencari sumber suara.

​"Saya dihubungi oleh pihak Babinsa dan Bhabinkamtibmas mengenai adanya ledakan. Saat saya tiba di lokasi, memang kondisinya cukup mengejutkan. Ledakan pertama jam 11 malam, lalu yang kedua sekitar setengah 12 malam," ujar Kepala Desa Karangtengah saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.​

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Joshua Peter Krisnawan mengonfirmasi bahwa tim Inafis dan Satreskrim telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan sisa-sisa bubuk mesiu dan selongsong kertas yang digunakan untuk membuat petasan.

"Untuk saat ini kami pastikan tidak ada korban jiwa, hanya berupa kerugian materiil. Kami sudah melakukan cek dan olah TKP, serta memasang police line di perimeter yang jauh untuk mencegah ledakan susulan," ujar AKP Joshua kepada awak media, Senin (16/3/2026).

Guna memastikan penyebab ledakan, Satreskrim Polres Kediri berkoordinasi dengan tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Brimob serta Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jatim. Tim Jibom telah melakukan proses sterilisasi di lokasi untuk mengamankan sisa-sisa bahan peledak yang mungkin masih tertinggal.

"Kami mengedepankan proses pembuktian secara ilmiah. Nantinya, analisa forensik dari Bidlabfor Polda Jatim akan menjadi dasar dalam pengungkapan kasus ini," tambahnya.

Berdasarkan data awal, ledakan tersebut berdampak pada satu unit rumah warga. Kerusakan yang ditimbulkan meliputi bagian atap dan tembok bangunan. Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan penelusuran terkait jenis bahan peledak dan motif di balik peristiwa tersebut.

Mengenai status pemilik rumah, AKP Joshua menyebutkan bahwa saat ini yang bersangkutan masih berstatus sebagai saksi. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi lain sebelum melaksanakan gelar perkara.

"Status pemilik rumah saat ini masih dalam pendalaman penyelidikan. Kami akan menyampaikan perkembangan informasi secara utuh setelah hasil pemeriksaan saksi dan analisa forensik selesai," pungkasnya.

Editor : Agung K Jatmiko

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network