Bocah 7 Tahun Hilang, Diduga Terseret Arus Sungai Bendo Mongal
KEDIRI, iNewsKediri.id - Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dilaporkan hilang dan diduga kuat terseret arus Sungai Bendo Mongal, Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Hingga Minggu (15/3/2026) malam, tim gabungan masih terus melakukan upaya penyisiran di lokasi kejadian.
Korban diketahui bernama Arfan Hamada, putra dari Bapak H. Daironi, warga setempat. Peristiwa pilu ini bermula pada Minggu sore, 15 Maret 2026. Arfan diketahui sedang bermain di sekitar area sungai bersama dua orang temannya sekitar pukul 16.30 WIB. Nahas, saat sedang bermain, korban diduga kuat terseret arus sungai yang sedang meningkat debit airnya. Kedua teman korban yang masih kecil tidak berani menolong dan sempat terdiam karena ketakutan.
Berdasarkan keterangan anggota FKDM Banyakan, Amrul, pihak keluarga telah melakukan pencarian mandiri sejak sore hari. Titik terang mulai muncul menjelang waktu Maghrib, namun dalam situasi yang mengkhawatirkan.
“Sepeda milik korban ditemukan tergeletak di tepi sungai Bendo Mongal sekitar waktu Maghrib,” ujar Amrul Anggota FKDM Banyakan.
Dugaan korban hanyut diperkuat dengan kondisi debit air sungai yang mengalami peningkatan signifikan akibat curah hujan pada sore hari tersebut. Hingga pukul 18.30 WIB, operasi pencarian masih berlangsung secara intensif. Mengingat kondisi medan yang gelap, petugas dan warga terpaksa menggunakan alat penerangan seadanya.
“Dalam kondisi gelap, warga menggunakan lampu senter untuk menyisir aliran sungai. Fokus utama adalah area di sekitar penemuan sepeda hingga ke arah hilir,” tambah Amrul.
Aksi tanggap darurat ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya, Warga masyarakat Desa Tiron dan sekitarnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Perangkat Desa Tiron, Trantib Kecamatan Banyakan, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).
Pihak keluarga dan warga sekitar berharap korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat, meski tantangan di lapangan cukup berat akibat arus sungai yang deras dan minimnya cahaya.
Editor : Agung K Jatmiko