FiberStar Gelar GO! NEXT 2026, Dorong Transformasi Keamanan Jaringan dan Konektivitas Bisnis Jatim

Kridaning Jatmiko
GO! NEXT 2026 di Grand Surya Hotel Kota Kediri. Foto : iNewsKediri.id/Ist

KEDIRI, iNewsKediri.id - PT Mega Akses Persada (FiberStar), penyedia infrastruktur telekomunikasi nasional berbasis fiber optik, resmi menggelar forum bisnis bertajuk GO! NEXT 2026: The Future of Business Technology di Grand Surya Hotel Kediri, Jawa Timur, pada Jumat (9/10/2026). Forum eksekutif ini diselenggarakan guna mendorong percepatan digitalisasi serta penguatan infrastruktur jaringan yang aman dan terkelola bagi para pelaku industri di kawasan Kediri dan sekitarnya.

Pertemuan tersebut menghimpun jajaran pimpinan perusahaan, pengelola bisnis, hingga pelaku industri perhotelan (hospitality). Kehadiran FiberStar di Kediri menjadi bagian dari rangkaian roadshow nasional yang menyasar 24 kota di Indonesia guna merespons tingginya ketergantungan sektor korporasi terhadap teknologi digital.

Seiring pesatnya dinamika ekonomi di Jawa Timur, kebutuhan dunia usaha terhadap teknologi informasi dinilai telah mengalami pergeseran mendasar. Koneksi internet berkecepatan tinggi kini tidak lagi dipandang sebagai opsi tunggal, melainkan harus diimbangi dengan sistem keamanan siber yang tangguh serta pengelolaan jaringan yang terintegrasi.

Branch Manager FiberStar Jawa Timur, Ariful Ahyar Sudarsono, menegaskan bahwa keandalan serta keamanan sistem komunikasi data telah menjadi prioritas strategis bagi operasional perusahaan.

"Kediri dan kawasan sekitarnya memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat dinamis, dengan pelaku usaha yang terbuka terhadap teknologi baru. Melalui GO! NEXT 2026, kami ingin hadir lebih dekat dan menjadi mitra yang benar-benar memahami kebutuhan bisnis di Jawa Timur. Antusiasme peserta hari ini menunjukkan bahwa jaringan yang andal dan aman sudah menjadi prioritas, bukan lagi pelengkap," ujar Ariful di sela-sela kegiatan.

Salah satu isu utama yang dibahas dalam forum ini adalah tantangan efisiensi investasi teknologi informasi. Banyak perusahaan skala menengah hingga besar menghadapi ancaman kejahatan siber seperti malware dan ransomware, namun terbentur oleh terbatasnya tenaga ahli IT serta tingginya biaya pengadaan perangkat keras (hardware) dan lisensi firewall yang dapat mencapai ratusan juta rupiah.

Menjawab tantangan tersebut, FiberStar memperkenalkan layanan Managed Service Firewall. Melalui model skema berlangganan bulanan, pelaku usaha dapat memanfaatkan fitur perlindungan siber berlapis tanpa harus mengeluarkan biaya investasi awal (capital expenditure) yang besar. Layanan ini mencakup Intrusion Prevention, Application Control, URL Filtering, Anti Malware, SSL Inspection, Geo Blocking, hingga koneksi Virtual Private Network (VPN). Seluruh sistem dikelola dan dipantau secara penuh selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu (24/7) oleh tim teknis FiberStar.

Product Partnership & Development Unit Head FiberStar, Judo Magrvirotan, menjelaskan bahwa strategi ini dirancang untuk mengeliminasi hambatan operasional yang kerap dihadapi manajemen perusahaan.

"Banyak perusahaan sebenarnya sadar pentingnya keamanan siber, tetapi terhambat biaya investasi awal dan keterbatasan tenaga ahli. Karena itu kami merancang layanan yang menghapus hambatan tersebut. Dengan Managed Service Firewall dan FiberStar WaaS, perusahaan mendapatkan teknologi kelas dunia dari mitra seperti Fortinet, Sangfor, Cisco, Huawei, dan HPE Aruba, dalam bentuk biaya bulanan yang ringan dan terukur. Pelanggan cukup fokus pada bisnis intinya, urusan jaringan kami tangani sepenuhnya," ungkap Judo.

Di samping pemantauan konstan, pengoperasian Managed Service Firewall ini diintegrasikan dengan pembaruan firmware berkala, penanganan insiden cepat, optimasi aturan keamanan, serta penyediaan laporan evaluasi bulanan. Langkah ini sekaligus membantu entitas bisnis dalam memenuhi kewajiban standar keamanan informasi ISO 27001 serta kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).

Selain sektor keamanan, FiberStar turut meluncurkan FiberStar WiFi as a Service (WaaS). Solusi terpadu ini menggabungkan penyediaan koneksi internet dedicated simetris tanpa batasan kuota (unlimited) dengan pengelolaan infrastruktur jaringan lokal secara menyeluruh.

Layanan WaaS mencakup tahap perencanaan pemetaan cakupan sinyal (WiFi heatmapping), pengadaan unit perangkat, instalasi, konfigurasi, pemantauan performa, hingga penggantian unit jika terjadi kerusakan. Pendekatan kontak tunggal (single point of contact) ini diterapkan untuk memberikan kepastian Service Level Agreement (SLA) serta menjamin kemudahan pembaruan ke teknologi terkini seperti generasi WiFi 7.

Khusus bagi segmen industri hospitality, FiberStar menghadirkan layanan Managed IPTV hasil kolaborasi dengan Dens.TV. Solusi ini menyajikan siaran televisi lokal dan internasional, konten Video on Demand, aplikasi penyiaran digital, serta fitur interaktif layanan tamu—seperti pemesanan makanan (room service), informasi fasilitas, dan survei kepuasan pelanggan—yang dikendalikan melalui satu dashboard Content Management System (CMS).

Sementara untuk pemenuhan kebutuhan komunikasi di area terpencil (blank spot) yang belum terjangkau jaringan kabel optik tanah, FiberStar bertindak sebagai Starlink Authorized Reseller. Perusahaan menyediakan konektivitas internet satelit orbit bumi rendah (Low Earth Orbit) berkecepatan tinggi dengan latensi rendah. Layanan ini menyasar operasional proyek di wilayah terisolasi, sektor maritim dan offshore, hingga berfungsi sebagai jalur koneksi cadangan (backup line) bagi kantor pusat korporasi.

Penyelenggaraan acara GO! NEXT 2026 di Kediri juga diisi dengan sesi interaksi bisnis (networking) dan penawaran program promosi khusus bagi pelaku usaha setempat yang berlaku hingga akhir Oktober 2026. Ariful menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mengawal proses transformasi digital para pemangku kepentingan di daerah.

"Kami berharap GO! NEXT 2026 di Kediri menjadi awal kolaborasi yang lebih erat dengan pelaku usaha di Jawa Timur. FiberStar siap mendampingi perusahaan, dari sektor korporasi, perhotelan, hingga industri, untuk tumbuh lebih aman dan efisien di era digital," tutup Ariful.

Secara nasional, PT Mega Akses Persada (FiberStar) yang berdiri sejak tahun 2014 mengusung konsep netralitas infrastruktur (neutral carrier). Hingga kuartal IV tahun 2026, jaringan fiber optik FiberStar telah membentang di 17 provinsi, mencakup 142 kota, 1.030 kecamatan, dan 6.087 kelurahan di seluruh Indonesia. Konsep infrastruktur terbuka ini memungkinkan FiberStar melayani berbagai segmen pasar secara inklusif, mulai dari penyedia jasa internet (NAP/ISP), perbankan, lembaga pemerintah, institusi pendidikan, hingga kawasan industri dan ritel.

Editor : Agung K Jatmiko

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network