Peringati Haul ke-77 Tan Malaka, Puluhan Mahasiswa Gelar Orasi dan Pembacaan Puisi di Pusara

Kridaning Jatmiko
Puluhan mahasiswa bersama masyarakat berdoa di pusara Tan Malaka. Foto : iNewsKediri.id/JAtmiko

KEDIRI, iNewsKediri.id - Haul ke-77 Tan Malaka, puluhan mahasiswa dari berbagai daerah bersama masyarakat yang tergabung dalam sejumlah komunitas di Kediri menggelar orasi dan pembacaan puisi yang menegaskan kembali jejak perjuangan Tan Malaka di pusara Tan Malaka di Desa Selopagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (14/2/2026).

Sebelum berorasi, mereka menggelar doa bersama untuk mengenang tokoh bangsa yang memiliki nama asli Ibrahim Datuk Tan Malaka, serta dikenal sebagai sebagai penulis buku Madilog tersebut. Suasana berlangsung khidmat sekaligus reflektif, dengan peserta membawa semangat kebangsaan yang diwariskan sang tokoh.

Ketua Tan Malaka Institute, Imam Mubarok, mengatakan kegiatan tersebut merupakan haul ke-77 Tan Malaka dan menjadi peringatan ke-20 yang digelar di pusara tersebut sejak pertama kali ditemukan. Ia menegaskan, pengakuan terhadap Tan Malaka sebagai pahlawan nasional telah tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1963.

“Ini adalah bagian penting agar semangat Tan tetap hidup, karena Tan Malaka tidak pernah mati, dan Sesuai Kepres 53 tahun 1963 bahwa Tan Malaka adalah pahlwan, perlu diketahui juga Tan Malaka adalah bapak bangsa dan ide Republik Indonesia itu lahir dari beliau,” jelas pria yang akrab disapa Gus Barok itu.

Gus Barok menambahkan, Tan Malaka kerap disebut sebagai “Bapak Republik” karena gagasannya tentang Republik Indonesia sudah ia rumuskan jauh sebelum proklamasi kemerdekaan.

Dalam berbagai tulisannya, Tan Malaka menekankan pentingnya kedaulatan rakyat, pemerintahan yang berpihak pada kaum tertindas, serta kemerdekaan yang tidak sekadar simbolik, melainkan benar-benar membebaskan bangsa dari segala bentuk penindasan.

Ia juga menyinggung pemikiran kritis Tan Malaka yang tertuang dalam Madilog—akronim dari Materialisme, Dialektika, dan Logika—yang mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk berpikir rasional, ilmiah, dan tidak mudah terjebak dalam takhayul maupun fanatisme sempit.

“Dari Tan juga lahir gagasan kritis seperti yang tertulis di buku Madilog, semoga anak-anak muda dalam hal ini bisa melanjutkan gagasan beliau,” imbuhnya.

Menurut Gus Barok, memahami Tan Malaka bukan hanya dengan mengenang namanya, tetapi juga dengan membaca dan mengkaji gagasannya secara mendalam.

 

Ia menilai, keberanian Tan dalam mengkritik kekuasaan, konsistensinya memperjuangkan republik, serta sikap independennya dalam berpikir dapat menjadi pijakan kaum muda untuk membangun kesadaran politik dan intelektual yang matang.

"Bagi para peserta haul, peringatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali semangat republik—sebuah republik yang, sebagaimana dicita-citakan Tan Malaka, berdiri di atas kesadaran kritis, keberanian berpikir, dan keberpihakan kepada rakyat," pungkasnya.

Terpisah, Ketua Yayasan Ibrahim Tan Malaka (IBRATA) di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat Ferizal Sultan Purnama Agung saat dihubungi menyambut baik perayaan haul di pusara Tan Malaka tersebut.

Ferizal menyebut di kota kelahiran Tan juga akan diadakan upacara peringatan yang sama pada 21 Februari 2026 mendatang.

"Atas nama keluarga dan yayasan IBRATAMA menghaturkan terima kasih dan penghargaan setingi tinggi nya, semoga apa yang dilakukan jadi amalan yang baik dan mempererat silaturahim keluarga Limapuluhkota dengan keluarga besar di Kediri," ungkapnya singkat.

Editor : Agung K Jatmiko

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network